Ketua Pemuda Panca Marga Gowa Pimpin Ziarah ke Taman Makam Pahlawan Romang Lompowa

Gowa, News215 Dilihat

Gowa, Sulawesi Selatan, 75detik.com  – Dalam rangka memperingati Hari Pahlawan, Ketua Pemuda Panca Marga (PPM) Kabupaten Gowa, Rasid Daeng Gappa, memimpin langsung kegiatan ziarah dan tabur bunga di Taman Makam Pahlawan Romang Lompowa, Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa, Kamis (10/11).

Kegiatan ini turut dikawal oleh Pasukan Resimen Yudha Putra Yon 212 GW, serta dihadiri jajaran Forkopimda Kabupaten Gowa dan anggota PPM dari berbagai kecamatan. Ziarah ini menjadi bentuk penghormatan dan refleksi atas jasa para pahlawan yang telah berkorban demi kemerdekaan Republik Indonesia.

Upacara penghormatan dan doa untuk arwah para pahlawan dipimpin langsung oleh Ketua PPM Gowa, Rasid Daeng Gappa. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya semangat menjaga keutuhan bangsa yang telah diperjuangkan dengan darah dan air mata para pejuang.

“Saya mengajak seluruh anak dan keturunan para pejuang kemerdekaan agar tetap menjaga bangsa ini dari segala bentuk pengkhianatan. Negara ini harus tetap kuat, dan merah putih harus selalu berkibar,” tegas Rasid Daeng Gappa.

Usai upacara, Rasid Daeng Gappa bersama rombongan menyempatkan diri berziarah ke makam Kacong Daeng Lalang, yang tak lain adalah kakeknya sendiri. Kacong Daeng Lalang dikenal sebagai salah satu pimpinan perintis pejuang kemerdekaan dari Tanah Gowa yang gigih melawan penjajahan Belanda di Sulawesi Selatan.

Dalam kesempatan itu, Rasid Daeng Gappa menceritakan kembali kisah heroik sang kakek yang menunjukkan keteguhan hati dan semangat juang luar biasa.

“Kacong Daeng Lalang saat itu ditangkap, disiksa, bahkan diseret dengan mobil dan ditarik kuda. Ia digantung dan dijadikan tontonan di Lapangan Bungaya Sungguminasa. Mulutnya dijejali peluru, tubuhnya disiksa dengan berbagai cara oleh tentara Belanda, namun ia tidak pernah menyerah. Hanya satu kata yang ia ucapkan: ‘Biar kamu bunuh saya, Indonesia tetap merdeka!’,” tutur Rasid dengan suara bergetar.

Menurut kisah yang diturunkannya, Kacong Daeng Lalang akhirnya gugur secara tragis — dikubur hidup-hidup oleh tentara Belanda, setelah dianggap tidak bisa dibunuh dengan cara-cara lain. Cerita tersebut membuat suasana haru menyelimuti seluruh peserta ziarah; beberapa anggota PPM tampak meneteskan air mata mendengar kisah perjuangan itu.

Menutup kegiatan, Rasid Daeng Gappa menyampaikan harapan agar pemerintah lebih memperhatikan nasib anak dan keturunan para pejuang kemerdekaan yang masih hidup dalam keterbatasan.

“Banyak di antara mereka yang hidup di bawah garis kemiskinan. Padahal, kita menikmati kemerdekaan ini karena pengorbanan para pejuang dan keluarganya. Sudah sepantasnya mereka mendapatkan kehidupan yang layak di negeri yang mereka perjuangkan,” ujarnya.

Kegiatan ziarah ini menjadi momentum penting bagi generasi muda Pemuda Panca Marga untuk meneladani semangat juang para pahlawan dan memperkuat komitmen dalam menjaga keutuhan serta kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

 

(Haris)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *